Obsesi terpendam mengenai MOTHER EARTH yang dituangkan dalam tulisan, kutipan, jiplakan, celotehan, cuapan...
Tampilkan postingan dengan label Langkah Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Langkah Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Juli 2012
Langkah #8 - Menggunakan Sepeda daripada Kendaraan Bermotor
Suatu hari, saya membaca kalimat berikut: "Burn your fat, NOT your gas".
Hal ini seolah-olah membangkitkan "virus" (baca: ratjoen) sepeda di dalam diri saya, apalagi setelah tetangga rumah baru membeli sebuah sepeda... "Ada temen naik sepeda nih...", pikir saya dalam hati....
Setelah tanya sana-sini sama Oom Google, akhirnya pilihan saya jatuh ke Polygon Heist 2.0 mengingat harga yang tidak terlalu mahal, dan kualitas international.
Akhirnya pada tanggal 11 Juli 2012 (pas Pilgub DKI Jakarta) saya menyunting Polygon Heist 4.0 seken....
Selasa, 05 Agustus 2008
Langkah #7 - Menggunakan Energi Terbarukan
Jumat, 02 Mei 2008
Aktivitas Biopori
Sewaktu liburan Nasional kemarin tanggal 1 Mei 2008, saya putuskan untuk melakukan aktivitas pemberian makanan kepada cacing-cacing tanah di lubang BIOPORI yang sudah saya buat dulu.
Sebelumnya saya persiapkan dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan seperti:
1. Sampah dapur yang harus dicincang kecil-kecil
2. Mikro Organisme Lokal (MOL) yang sudah jadi
Tahap pelaksanaan:
a. Sampah dapur setelah dipotong/dicincang kecil-kecil dimasukan ke dalam lobang Biopori yang kosong sampai mendekati penuh
b. Setelah itu, sampah-sampah tersebut disiram dengan MOL yang sudah saya persiapkan sebelumnya.
c. Terlihat di gambar, bahwa sampah dapur tersebut mulai mengalami pembusukan...
Untuk mengetahui cara pembuatan MOL bisa dilihat di Blognya Pak Sobirin
Sebelumnya saya persiapkan dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan seperti:
1. Sampah dapur yang harus dicincang kecil-kecil

2. Mikro Organisme Lokal (MOL) yang sudah jadi

Tahap pelaksanaan:
a. Sampah dapur setelah dipotong/dicincang kecil-kecil dimasukan ke dalam lobang Biopori yang kosong sampai mendekati penuh

b. Setelah itu, sampah-sampah tersebut disiram dengan MOL yang sudah saya persiapkan sebelumnya.
c. Terlihat di gambar, bahwa sampah dapur tersebut mulai mengalami pembusukan...

Untuk mengetahui cara pembuatan MOL bisa dilihat di Blognya Pak Sobirin
Rabu, 16 April 2008
Langkah #5 (lanjutan)
Terinspirasi dengan tulisan berikut:
"Selain untuk “starter” kompos, MOL bisa juga dipakai untuk “pupuk cair” dengan cara diencerkan terlebih dahulu, 1 bagian MOL dicampur 15 bagian air. Siramkan pada tanah di sekitar tanaman. Upayakan jangan mengenai batang tanaman. Untuk ”anggrek”? Karena anggrek ini tumbuh di pakis dan akarnya menonjol, saya tidak menyarankan dengan pupuk cair MOL ini. Nanti pakisnya di makan MOL dan timbul panas yang bisa mematikan anggrek. Jadi baiknya untuk tanaman yang tumbuh di tanah saja, dan tanahnya yang disiram MOL encer."
Yang bisa dilihat di sini oleh Bpk. Sobirin
Maka saya, berinisiatif untuk membuat pupuk cair ini yang nantinya akan saya pakai untuk menyuburkan tanaman-tanaman sekitar....
Saya memakai cara yang persis sama yang dijelaskan oleh pak Sobirin. Progress akan saya update berikutnya. Semoga berhasil ya.....
"Selain untuk “starter” kompos, MOL bisa juga dipakai untuk “pupuk cair” dengan cara diencerkan terlebih dahulu, 1 bagian MOL dicampur 15 bagian air. Siramkan pada tanah di sekitar tanaman. Upayakan jangan mengenai batang tanaman. Untuk ”anggrek”? Karena anggrek ini tumbuh di pakis dan akarnya menonjol, saya tidak menyarankan dengan pupuk cair MOL ini. Nanti pakisnya di makan MOL dan timbul panas yang bisa mematikan anggrek. Jadi baiknya untuk tanaman yang tumbuh di tanah saja, dan tanahnya yang disiram MOL encer."
Yang bisa dilihat di sini oleh Bpk. Sobirin
Maka saya, berinisiatif untuk membuat pupuk cair ini yang nantinya akan saya pakai untuk menyuburkan tanaman-tanaman sekitar....
Saya memakai cara yang persis sama yang dijelaskan oleh pak Sobirin. Progress akan saya update berikutnya. Semoga berhasil ya.....
Senin, 04 Februari 2008
Langkah #6 (Membuat Lubang Biopori)
Lubang apakah ini?+ Lubang di lapangan golf!
- Salah! Coba perhatikan rumput di sekitarnya....
+ Lubang tikus!
- Bisa ya bisa tidak...
Simak deh tulisan di bawah....
Setelah mendengar cerita dari rekan kerja di kantor (http://kadarsyah.co.nr) mengenai keberhasilan beliau dalam mengimplementasikan lubang resapan biopori di rumahnya, akhirnya beliau meminjamkan alat bor tersebut ke saya.
Dalam ceritanya beliau sempat membandingkan dengan lubang biopori yang sudah berumur beberapa hari dengan yang baru dibuat. Ke dalam ke dua lubang tersebut dituangkan air sebanyak 10 liter, dengan hasil sebagai berikut:
- lubang yang sudah lama, air tersebut dapat diserap dengan sangat baik
- lubang yang baru dibuat, air tersebut lambat diserap
Dengan melihat hasil ini, memang tidak diragukan lagi bahwa dengan membuat lubang resapan biopori & memasukan sampah dapur ke dalam lubang, akan membuat banyak pori-pori di dalam tanah yang bisa 'menangkap' air.....
Beberapa pertanyaan yang timbul?
+ Bagaimana cara kerja lubang ini supaya dapat 'menangkap' air?
- Ke dalam lubang tersebut, dimasukan sampah dapur sampai 2/3 penuh
+ Buat apa tu sampah dapur?
- Sampah ini dapat dijadikan makanan buat cacing-cacing tanah agar dapat berkembang biak.
+ Apakah tidak menimbulkan lalat dan bau?
- Tidak menimbulkan bau karena kedalaman lubang sekitar 1 meter, dan lalat tidak terbang secara vertikal.
+ Apakah tidak mengundang tikus?
- Tidak, karena diameter lubang hanya 10 cm & vertikal
+ Buat apa memberi makan cacing?
- Supaya cacing di tanah semakin banyak, dan cacing ini akan membuat pori-pori di dalam tanah. Nah, pori-pori inilah yang berfungsi untuk 'menangkap' air....

Info lengkap bisa diklik di sini
Selasa, 11 Desember 2007
Revisi Langkah # 4 (menghemat air)
Masih ingat postingan saya sebelumnya yang berjudul Lingkungan: Langkah # 4 (menghemat air)?
Ternyata ada yang lebih hemat! Silakan lihat di sini
Ternyata ada yang lebih hemat! Silakan lihat di sini
Selasa, 27 November 2007
Langkah # 5 (menanam pohon)
Suatu langkah maju yang patut ditiru, dimana para pengelola jalan tol akan menanam sebanyak 30.000 pohon di rumija (ruas milik jalan) Tol (Kompas, 23 Nov 07).
Saya berharap, langkah pengelola tol ini tidak hanya berhenti pada aktivitas menamam saja, tetapi juga sampai pada tahap pertumbuhan dan pemeliharaan.
Berita lain tentang langkah ini juga dapat dilihat di sini, sini, atau di sini
Sumber: Kompas.co.id
Saya berharap, langkah pengelola tol ini tidak hanya berhenti pada aktivitas menamam saja, tetapi juga sampai pada tahap pertumbuhan dan pemeliharaan.
Berita lain tentang langkah ini juga dapat dilihat di sini, sini, atau di sini
Sumber: Kompas.co.id
Senin, 26 November 2007
Langkah # 4 (menghemat air)
Biasanya kalau kita mencuci tangan di wastafel langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Buka kran
2. Basahkan tangan
3. Usapkan sabun ke tangan
4. Bilas sabun di tangan
5. Matikan kran
6. Keringkan tangan
Namun ada cara yang dapat lebih hemat lagi pemakaian air, dengan cara:
1. Buka kran
2. Basahkan tangan
3. Matikan kran
4. Usapkan sabun ke tangan
5. Buka kran
6. Bilas sabun di tangan
7. Matikan kran
8. Keringkan tangan
Memang menjadi lebih panjang langkahnya, tapi dari segi penggunaan air, cara ke dua lebih hemat.
Hal ini juga bisa berlaku pada saat sikat gigi, mandi (keramas - sabunan)& cuci piring. Jangan biarkan air terbuang dengan percuma....
1. Buka kran
2. Basahkan tangan
3. Usapkan sabun ke tangan
4. Bilas sabun di tangan
5. Matikan kran
6. Keringkan tangan
Namun ada cara yang dapat lebih hemat lagi pemakaian air, dengan cara:
1. Buka kran
2. Basahkan tangan
3. Matikan kran
4. Usapkan sabun ke tangan
5. Buka kran
6. Bilas sabun di tangan
7. Matikan kran
8. Keringkan tangan
Memang menjadi lebih panjang langkahnya, tapi dari segi penggunaan air, cara ke dua lebih hemat.
Hal ini juga bisa berlaku pada saat sikat gigi, mandi (keramas - sabunan)& cuci piring. Jangan biarkan air terbuang dengan percuma....
Jumat, 23 November 2007
Langkah # 2 (menggunakan kembali)
Istri saya suka minum orangnya, jadi otomatis di mobil pun harus tersedia minuman. Awalnya istri saya selalu membeli botol air kemasan yang berukuran gelas atau yang 350 ml, dan setiap kali habis kami selalu melakukan langkah # 1.
Belakangan ini, saya mengganti metode tersebut dengan cara membeli botol minum yang dapat diisi kembali. Nah, botol-botol ini yang akan kami pakai berulang-ulang. Setiap habis, kami akan isi kembali. Dengan cara ini, konsumsi kami akan botol/gelas air kemasan akan berkurang, namun kebutuhan istri saya akan air minum tetap terpenuhi.....
Belakangan ini, saya mengganti metode tersebut dengan cara membeli botol minum yang dapat diisi kembali. Nah, botol-botol ini yang akan kami pakai berulang-ulang. Setiap habis, kami akan isi kembali. Dengan cara ini, konsumsi kami akan botol/gelas air kemasan akan berkurang, namun kebutuhan istri saya akan air minum tetap terpenuhi.....
Langkah # 1 (memilah botol plastik)
Saat ini, kebiasaan saya dan istri adalah tidak membuang botol-botol plastik (botol/cup air dalam kemasan, shampoo, sabun cair, dll), langsung ke sampah. Yang kami lakukan adalah memisahkan botol-botol plastik ini dan kalau sudah penuh akan kami berikan ke pemulung, dengan harapan para pemulung ini dapat menjualnya dengan harga yang bagus karena masih bersih.
Untuk botol-botol tersebut, biasanya saya bilas terlebih dahulu, biar kelihatan bersih saja....
Untuk berita lihat di Kompas 15 Okt 07
Untuk botol-botol tersebut, biasanya saya bilas terlebih dahulu, biar kelihatan bersih saja....
Untuk berita lihat di Kompas 15 Okt 07
Langganan:
Postingan (Atom)
Kepedulian Terhadap Lingkungan
Dalam blog ini saya mencoba untuk berceloteh tentang lingkungan. Saya bukan ahli lingkungan, tapi paling tidak saya mau melakukan sesuatu yang mengurangi kerusakan lingkungan sekitar.....
Saya tidak bisa mengubah dunia, saya hanya mencoba untuk mengubah diri sendiri, berbuat kebaikan bagi lingkungan.....
Saya tidak bisa mengubah dunia, saya hanya mencoba untuk mengubah diri sendiri, berbuat kebaikan bagi lingkungan.....

